Showing posts with label search engine. Show all posts
Showing posts with label search engine. Show all posts

Saturday, June 1, 2019

Dasar Cara Kerja Mesin Pencari

Mesin pencari web bekerja dengan cara menyimpan data tentang banyak halaman web, yang diambil langsung dari WWW, melalui web crawler.

Halaman-halaman ini diambil dengan web crawler — browser web otomatis yang mengikuti setiap tautan yang dilihatnya. Isi setiap halaman lalu dianalisis untuk menentukan cara mengindeksnya (misalnya, kata-kata diambil dari judul, subjudul, atau field khusus yang disebut meta tag).
Mengenal dasar kerja search engine Google
Mengenal dasar kerja search engine Google

Data tentang halaman web disimpan dalam sebuah database indeks untuk digunakan dalam pencarian selanjutnya. Sebagian mesin pencari, seperti Google, menyimpan seluruh atau sebagian halaman sumber (yang disebut cache) maupun informasi tentang halaman web itu sendiri.

Ketika seorang pengguna mengunjungi mesin pencari dan memasukkan query, biasanya dengan memasukkan kata kunci, mesin mencari indeks dan memberikan daftar halaman web yang paling sesuai dengan kriterianya, biasanya disertai ringkasan singkat mengenai judul dokumen dan terkadang sebagian teksnya.

Manfaat mesin pencari bergantung pada relevansi hasil-hasil yang diberikannya. Meskipun mungkin ada jutaan halaman web yang mengandung suatu kata atau frase, sebagian halaman mungkin lebih relevan, populer, atau autoritatif daripada yang lain.

Kebanyakan mesin pencari menggunakan berbagai metode untuk menentukan peringkat hasil pencarian agar mampu memberikan hasil "terbaik" lebih dahulu. Cara mesin pencari menentukan halaman mana yang paling sesuai, dan urutan halaman-halaman itu diperlihatkan, sangat bervariasi. Metode-metodenya juga berubah seiring waktu dengan berubahnya penggunaan internet dan berevolusinya teknik-teknik baru.

Sebagian besar mesin pencari web adalah usaha komersial yang didukung pemasukan iklan dan karenanya sebagian menjalankan praktik kontroversial, yaitu membolehkan pengiklan membayar agar halaman mereka diberi peringkat lebih tinggi dalam hasil pencarian. Namun pada Google, iklan memiliki ruang tersendiri hasil pencarian tersendiri, sehingga diharapkan tidak mempengaruhi hasil pencarian.

Jack Febrian -- Dosen dan Penulis buku-buku Teknologi Informasi.

Thursday, April 18, 2019

Memahami Dasar Cara Kerja Search Engine

Masih banyak yang tidak paham cara kerja Search Engine. Tidak heran jika masih banyak pemilik web yang bertanya: “mengapa webnya tidak muncul di search engine” atau “mengapa dengan keyword tertentu situs webnya tidak muncul di hasil pencarian”. Sebenarnya, dengan memahami cara kerja search engine, pertanyaan tersebut tidak perlu muncul.

Pada dasarnya ada tiga peranti lunak yang menjadi jantung mesin pencari. Yakni:

1. Spider.

“Laba-laba” ini pekerjaanya merayap ke mana-mana, mencari halaman-halaman web baru, kemudian mengumpulkan dan menyimpannya indeks mesin pencarian. Itulah metafora yang sering didengungkan oleh banyak ahli. Namun, sesungguhnya cara kerja laba-laba tidak seperti itu. Spider meminta halaman sebagai mana layaknya browser meminta halaman web dari situs yang diakses agar bisa tampil di layar komputer.

Bedanya, spider tidak mengumpulkan gambar dan bentuk. Spider hanya tertarik pada teks dan tautan serta URL. Mengapa spider doyan tautan? Gampang saja, begitu menemukan tautan, maka ia akan menemukan halaman web lain. Begitu seterusnya. Jadi, rahasianya adalah segitiga: teks, tautan, URL.

Ilustrasi bot spider mesin pencari
Ilustrasi bot spider mesin pencari

2. Index.

Piranti lunak Index menangkap halaman web apapun yang dilempar oleh Spider. Tentu ini juga metafora. Sesungguhnya, piranti lunak Index ini mengelola lautan teks, tautan dan URL dengan algoritma (formula matematika rumit yang mengindeks kata, pasangan kata, dan seterusnya).

Pada dasarnya pekerjaan algoritma adalah menganalisa halaman dan tautan untuk berbagai kombinasi kata, kemudian memberi nilai, sehingga search engine dapat memberikan penilaian seberapa penting sebuah halaman bagi si pencarinya. Informasi mengenai hal ini disimpan sebaik mungkin agar bisa diakses oleh pencari.

3. Query.

Inilah yang kita lihat ketika kita berkunjung ke search engine — tampilan (front-end) yang seringkali kita anggap sebagai search engine. Fitur utama query adalah kotak kecil di mana kita mengetikkan kata yang ingin kita cari. Coba ketikkan kata yang Anda cari, kemudian enter atau tekan tombol search, maka mesin pencarian akan menampilkan hasil terbaik dari data yang disimpan di mesin indeks. Itu saja. Sederhana bukan?


Tidak ada rahasia sama sekali (kecuali algoritma yang tidak pernah dibuka untuk umum).

Memahami User

Satu hal yang perlu kita pahami bersama, bahwa search engine memang mengerjakan tiga hal di atas dengan amat baik, meski demikian, hasil pencarian akan keluar jika ada seseorang yang mencari sesuatu dengan memasukkan kata-kata (keyword) ke search engine tersebut.

Maka, bagi para pemilik web, para emarketer atau siapapun yang berminat dalam hal ini, rahasianya adalah memahami perilaku user dalam mencari sesuatu. Kata apa yang mereka ketik ketika mereka mencari sesuatu (misalnya mobil, komputer, handphone)?

Mudah-mudahan uraian yang saya adaptasi dari kolom Ken McGaffin ini cukup jelas.

Ditulis oleh: Nukman Luthfie (Virtual.co.id)